Selasa, 21 Juni 2011

Tahapan Berpikir Siswa

Menurut teori Bruner, ada tiga tahapan berpikir yang dialami yaitu enactive, iconic dan symbolic. Pada tahap enactive apa yang dipelajari, dikenal, ataupun diketaui hanya sebatas ingatan. Kemampuan memproses informasi belum terjadi. Demikian pula dengan kemapuan berpikir yang lebih jauh dari apa yang terkandung dalam informasi tidak dapat dilakukan. Artinya, seseorang berpikir masih terbatas pada ruang, waktu, dan informasi yang diterimanya sebagaimana adanya (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Pada tahap iconic anak sudah dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih jauh. Kemampuan mereka dalam berpikir tidak lagi terbatas pada ruang, waktu dan apa yang tersaji secara eksplisit dalam informasi yang diterima.kemampuan berpikir yang lebih abstrak, tidak terbatas misalnya dnegan alat yang harus terlibat atau dapat diraba, sudah mulai berkembang. Kemampuan berpikir logis sudah dapat mereka lakukan walaupun harus dikatakan bahwa tingkat abstraksi konsep masih sangat rendah (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Pada tingkat symbolic siswa sudah mampu berpikir abstrak. Tingkat abstraksi yang mereka miliki sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar dalam pengembangan pendidikan keilmuan. Pada jenjang ini mereka sudah dapat diajak berpikir analisis, sintesis, maupun evaluatif (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Berdasarakn teori Bruner tersebut, maka tingkat perkembangan psikologi siswa dapat dikatagorikan yaitu SD periode enactive dan iconic, SMP periode iconic dan symbolic dan SMA periode symbolic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar