RPP SD: Keliling Persegi dan Persegi Panjang
Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : Kelas III/Semester 2
Materi Pembelajaran : Keliling persegi dan persegi panjang
I. Standar Kompetensi : 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi
panjang, serta penggunaannya dalam
pemecahan masalah
II. Kompetensi Dasar : 5.1 Menghitung keliling persegi dan persegi
panjang
III. Indikator
A. Kognitif
1. Produk:
a. Menghitung keliling persegi
b. Menghitung keliling persegi panjang
2. Proses:
a. Menggambar persegi dari keliling yang sudah diketahui
b. Menggambar persegi panjang dari keliling yang sudah diketahui
B. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter meliputi jujur dan tanggung jawab
2. Mengembangkan keterampilan sosial meliputi: bertanya dan menjadi
pendengar yang baik
IV. Tujuan Pembelajaran
A. Kognitif
1. Produk:
a. Siswa mampu menjelaskan keliling persegi
b. Siswa mampu menjelaskan keliling persegi panjang
c. Siswa mampu menghitung keliling persegi
d. Siswa mampu menghitung keliling persegi panjang
2. Proses:
a. Diberikan alat, bahan dan keliling persegi siswa mampu membuat
persegi
b. Diberikan alat, bahan dan keliling persegi panjang siswa mampu
membuat persegi panjang.
B. Afektif
1. Siswa terlibat dalam proses belajar mengajar dan mengalami kemajuan dalam
menunjukkan perilaku berkarakter meliputi jujur dan tanggung jawab
2. Siswa terlibat dalam proses belajar mengajar dan mengalami kemajuan dalam
mengembangkan keterampilan sosial meliputi: bertanya dan menjadi pendengar
yang baik
V. Materi Ajar
1. Keliling persegi
2. Keliling persegi panjang
VI. Alokasi Waktu: 4 x 35 menit
VII. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Model Pembelajaran Kooperatif
Metode Pembelajaran : Tanya jawab dan diskusi
VIII. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama (2 x 35 menit)
A. Pendahuluan ( 10 menit)
Fase 1 ( menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa)
1. Guru memotivasi siswa dengan mengajak siswa berlari mengelilingi kelas.
Selanjutnya menanyakan kepada siswa “apakah yang sudah kita lakukan tadi?”
“apa bentuk kelas kita?” “pernahkah kamu berpikir berapa ukuran kelas kita?”
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 55 menit )
Penggalan 1 (30 menit)
Fase II ( menyampaikan informasi )
3. Guru meminta siswa untuk menggambar bentuk lapangan yang sudah dikelilingi
di lantai ubin.
4. Guru meminta beberapa siswa untuk mengelilingi bentuk mini dari lapangan.
5. Guru meminta beberapa siswa menunjukkan keliling benda-benda berbentuk
persegi yang ada di kelas
6. Guru memberikan informasi tentang keliling. Selanjutnya guru bertanya
“bagaimana cara menghitung keliling kelas kita?” “berapa jumlah ubin di
sisi barat, timur, utara dan selatan?” “sekarang bagaimana cara menghitung
kelilingnya?”
Fase III ( mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok )
7. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Setiap kelompok
terdiri dari 3-4 orang yang heterogen.
Fase IV ( membimbing kelompok bekerja dan belajar )
8. Guru membagikan kotak persegi dan pita kepada tiap kelompok (LP 2).
9. Guru meminta siswa menghias tepi kotak persegi dengan pita dalam kelompok.
10. Guru membimbing siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, bekerja secara
jujur dan, bertanggung jawab sambil mengingatkan apabila ada hal yang
kurang mengerti didiskusikan dahulu dengan siswa lain dalam anggota
kelompok masing-masing. Selama bekerja dalam kelompok, guru juga meminta
siswa untuk menyumbang ide dan meminta siswa lain untuk menjadi pendengar
yang baik saat temannya menyampaikan idenya.
Fase V ( Evaluasi )
11. Guru meminta perwakilan kelompok untuk bertanggung jawab mempresentasikan
hasil kerja kelompok mereka dan ditanggapi kelompok lain.
Penggalan 2 (25 menit)
Fase IV ( membimbing kelompok bekerja dan belajar )
12. Guru membagikan lidi dengan panjang 40 cm dan kertas karton kepada setiap
kelompok. Selanjutnya siswa diminta membuat persegi dengan keliling 40 cm
dan ditempelkan di atas kertas karton.
13. Guru membimbing siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, bekerja secara
jujur dan, bertanggung jawab sambil mengingatkan apabila ada hal yang
kurang mengerti didiskusikan dahulu dengan siswa lain dalam anggota
kelompok masing-masing. Selama bekerja dalam kelompok, guru juga meminta
siswa untuk menyumbang ide dan meminta siswa lain untuk menjadi pendengar
yang baik saat temannya menyampaikan idenya.
Fase V ( Evaluasi )
14. Guru meminta perwakilan kelompok untuk bertanggung jawab mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka dan ditanggapi kelompok lain.
15. Siswa menyimpulkan pelajaran hari ini dengan bimbingan guru.
16. Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberi pertanyaan yang harus dijawab setiap anggota kelompok secara bergantian.
C. Penutup (5 menit)
Fase VI ( Memberikan penghargaan pada tim)
17. Guru memberikan penghargaan kepada siswa dan kelompok yang berkinerja sangat baik dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Pertemuan Kedua (2 x 35 menit)
A. Pendahuluan ( 5 menit)
Fase 1 ( menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa)
1. Guru memotivasi siswa dengan menceritakan kolam ikan yang akan dibuat di
samping rumahnya.
2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti ( 60 menit )
Penggalan 1 (30 menit)
Fase II ( menyampaikan informasi )
3. Guru meminta perwakilan siswa untuk mengambar persegi dan menggambar bentuk
kolam ikan (persegi panjang). Selanjutnya guru bertanya “Apakah kalian
masih ingat cara menghitung keliling persegi?” “Bagaimana dengan keliling
persegi panjang?”
4. Guru memberikan informasi tentang kolam ikan yang akan dibuat: kolam ikan
berbentuk persegi panjang. Kolam itu memiliki panjang 2 m dan lebar 175 cm.
Di sekeliling kolam akan dipagari. Untuk pintu masuk lebarnya 60 cm. berapa
panjang pagar kolam ikan?
Fase III ( mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok )
5. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Setiap kelompok
terdiri dari 3-4 orang yang heterogen.
Fase IV ( membimbing kelompok bekerja dan belajar )
6. Guru meminta siswa menyelesaikan masalah dalam kelompok.
7. Guru membimbing siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, bekerja secara
jujur dan, bertanggung jawab sambil mengingatkan apabila ada hal yang
kurang mengerti didiskusikan dahulu dengan siswa lain dalam anggota
kelompok masing-masing. Selama bekerja dalam kelompok, guru juga meminta
siswa untuk menyumbang ide dan meminta siswa lain untuk menjadi pendengar
yang baik saat temannya menyampaikan idenya.
Penggalan 2 (30 menit)
Fase IV ( membimbing kelompok bekerja dan belajar )
8. Guru membagikan pita sepanjang 50 cm kepada setiap kelompok. Siswa diminta
membuat persegi panjang dari pita tersebut. Pita itu harus habis dipakai.
Persegi panjang ditempelkan di atas kertas karton. (LP 3)
9. Guru membimbing siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, bekerja secara
jujur dan, bertanggung jawab sambil mengingatkan apabila ada hal yang
kurang mengerti didiskusikan dahulu dengan siswa lain dalam anggota
kelompok masing-masing. Selama bekerja dalam kelompok, guru juga meminta
siswa untuk menyumbang ide dan meminta siswa lain untuk menjadi pendengar
yang baik saat temannya menyampaikan idenya.
Fase V ( Evaluasi )
10. Guru meminta perwakilan kelompok untuk bertanggung jawab mempresentasikan
hasil kerja kelompok mereka dan ditanggapi kelompok lain.
11. Siswa menyimpulkan pelajaran hari ini dengan bimbingan guru.
12. Guru mengecek pemahaman siswa dengan memberi pertanyaan yang harus dijawab
setiap anggota kelompok secara bergantian.
C. Penutup (5 menit)
Fase VI ( Memberikan penghargaan pada tim)
13. Guru memberikan penghargaan kepada siswa dan kelompok yang berkinerja
sangat baik dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
IX. Penilaian Hasil Belajar
Lembar penilaian (LP) 1 : Produk
LP 2 : Proses
LP 3 : Proses
LP 4 : Lembar Pengamatan Berkarakter
LP 5 : Lembar Pengamatan Keterampilan Sosial
X. Sumber Belajar
1. Lembar Penilaian (LP) 1
2. LP 2
3. LP 3
4. LP 4
5. LP 5
6. Silabus
7. Benda-benda di sekitar
Rabu, 22 Juni 2011
Selasa, 21 Juni 2011
Tahapan Berpikir Siswa
Menurut teori Bruner, ada tiga tahapan berpikir yang dialami yaitu enactive, iconic dan symbolic. Pada tahap enactive apa yang dipelajari, dikenal, ataupun diketaui hanya sebatas ingatan. Kemampuan memproses informasi belum terjadi. Demikian pula dengan kemapuan berpikir yang lebih jauh dari apa yang terkandung dalam informasi tidak dapat dilakukan. Artinya, seseorang berpikir masih terbatas pada ruang, waktu, dan informasi yang diterimanya sebagaimana adanya (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Pada tahap iconic anak sudah dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih jauh. Kemampuan mereka dalam berpikir tidak lagi terbatas pada ruang, waktu dan apa yang tersaji secara eksplisit dalam informasi yang diterima.kemampuan berpikir yang lebih abstrak, tidak terbatas misalnya dnegan alat yang harus terlibat atau dapat diraba, sudah mulai berkembang. Kemampuan berpikir logis sudah dapat mereka lakukan walaupun harus dikatakan bahwa tingkat abstraksi konsep masih sangat rendah (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Pada tingkat symbolic siswa sudah mampu berpikir abstrak. Tingkat abstraksi yang mereka miliki sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar dalam pengembangan pendidikan keilmuan. Pada jenjang ini mereka sudah dapat diajak berpikir analisis, sintesis, maupun evaluatif (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Berdasarakn teori Bruner tersebut, maka tingkat perkembangan psikologi siswa dapat dikatagorikan yaitu SD periode enactive dan iconic, SMP periode iconic dan symbolic dan SMA periode symbolic.
Pada tahap iconic anak sudah dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih jauh. Kemampuan mereka dalam berpikir tidak lagi terbatas pada ruang, waktu dan apa yang tersaji secara eksplisit dalam informasi yang diterima.kemampuan berpikir yang lebih abstrak, tidak terbatas misalnya dnegan alat yang harus terlibat atau dapat diraba, sudah mulai berkembang. Kemampuan berpikir logis sudah dapat mereka lakukan walaupun harus dikatakan bahwa tingkat abstraksi konsep masih sangat rendah (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Pada tingkat symbolic siswa sudah mampu berpikir abstrak. Tingkat abstraksi yang mereka miliki sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar dalam pengembangan pendidikan keilmuan. Pada jenjang ini mereka sudah dapat diajak berpikir analisis, sintesis, maupun evaluatif (S. Hamid Hasan, 1996:88).
Berdasarakn teori Bruner tersebut, maka tingkat perkembangan psikologi siswa dapat dikatagorikan yaitu SD periode enactive dan iconic, SMP periode iconic dan symbolic dan SMA periode symbolic.
Rabu, 15 Juni 2011
Siapa bilang metode ceramah itu jelek?
Mengingat bahwa beberapa mata pelajaran didominasi oleh data, informasi, serta konsep dan generalisasi maka hamper dipastikan bahwa penggunaan metode ceramah sebagai salah satu metode mengajar penting tidak dapat dihindari. Keberhasilan metode ini amat bergantung pada siapa yang menggunakannya, hakekat pengalaman yang dihasilkan untuk siswa dan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Metode ceramah amat tepat digunakan oleh guru yang bertujuan mengajar, mengungkapkan persoalan, membagi pengalaman pribadi atau jika guru inging menggunakan keahliannya untuk memperluas pengetahuan siswa melampaui sarana yang tersedia. Kesulitan dalam penggunaan metode ceramaha adalah tetap memelihara perhatian siswa dan banyaknya siswa yang sulit mengikuti tema yang diajarkan. Metode ceramah juga mempunyai beberapa keuntungan yaitu:
a. Lebih ekonomis dalam hal waktu sebab metode ini membawa gagasan guru langsung pada masalah/fokus.
b. Memungkinkan guru meliputi jumlah siswa yang besar dan bila diperlukan meliputi bahan pelajaran yang luas.
c. Dapat membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis dan penuh perhatian.
d. Dapat menyajikan pengetahuan yang tidak ditentukan siswa dalam tugas membaca atau dalam pengalaman umum siswa.
e. Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari sumber lain.
a. Lebih ekonomis dalam hal waktu sebab metode ini membawa gagasan guru langsung pada masalah/fokus.
b. Memungkinkan guru meliputi jumlah siswa yang besar dan bila diperlukan meliputi bahan pelajaran yang luas.
c. Dapat membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis dan penuh perhatian.
d. Dapat menyajikan pengetahuan yang tidak ditentukan siswa dalam tugas membaca atau dalam pengalaman umum siswa.
e. Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa dari sumber lain.
Minggu, 12 Juni 2011
Guru dan artis
Teaching is an art, not a scinece.
jika seorang artis ditentukan seperangkat prinsip yang dapat membantunya untuk memiliki keahlian dalam profesinya maka demikian pula dengan seorang guru.
jika seorang artis ditentukan seperangkat prinsip yang dapat membantunya untuk memiliki keahlian dalam profesinya maka demikian pula dengan seorang guru.
faridatulqomariyah: Hubungan guru_siswa di kelas
faridatulqomariyah: Hubungan guru_siswa di kelas: "Mengajar adalah berkomunikasi antara guru dengan siswa. Bentuk komunikasi guru-siswa sebagai berikut. a. Guru otoriter Seorang guru otorit..."
Hubungan guru_siswa di kelas
Mengajar adalah berkomunikasi antara guru dengan siswa. Bentuk komunikasi guru-siswa sebagai berikut.
a. Guru otoriter
Seorang guru otoriter menganggap dirinya sebagai arsitek budaya. Ia beranggapan bahwa ia telah diberi wewenang oleh masyarakat untuk membentuk kepribadian siswa sesuai dengan aturan-aturan yang secara khusus diserahkan masyarakat kepadanya. Pengajaran di bawah kendali guru yang dikenal dengan “teacher centered” atau “method of authority”. Para siswa adalah pendengar pasif informasi yang disampaikan guru di kelas. Bentuk hubungan seperti ini tidak memberi ruang untuk berdiskusi secara bebas atau mengemukakan pendapat secar bebas bagi siswa.
White dan Lippitt mengungkapkan beberapa sifat dari kelompok yang diajar oleh guru otoriter sebagai berikut:
1. Siswa mengembangkan sikap apatis dan tidak mandiri
2. Tidak memiliki kemampuan untuk berinisiatif dan bertindak secara kelompok
3. Tidak berminat mengerjakan pekerjaannya tanpa kehadiran guru, pimpinan.
4. Melakukan kejahatan dan agresi terhadap anggota kelompok.
b. Guru demokratis
Guru demokratis akan memimpin siswanya untuk mengkaji masalah-masalah yang bermanfaat sesuai dengan minatnya. Oleh sebab itu hal yang mendasari hubungan kerjasama guru siswa adalah prinsip saling memberi dan menerima serta saling mengahargai pemikiran masing-masing. Beberapa ciri yang ditampilkan oleh kelas yang demokratis diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Persahabatan dan suasana percaya diri
2. Saling menghargai dan bekerjasama
3. Hasil-guna yang tinggi dan kebiasaan bekerja sendiri/mandiri
4. Berinisiatif dalam bekerja secara efektif tanpa hadirnya pimpinan sekalipun
a. Guru otoriter
Seorang guru otoriter menganggap dirinya sebagai arsitek budaya. Ia beranggapan bahwa ia telah diberi wewenang oleh masyarakat untuk membentuk kepribadian siswa sesuai dengan aturan-aturan yang secara khusus diserahkan masyarakat kepadanya. Pengajaran di bawah kendali guru yang dikenal dengan “teacher centered” atau “method of authority”. Para siswa adalah pendengar pasif informasi yang disampaikan guru di kelas. Bentuk hubungan seperti ini tidak memberi ruang untuk berdiskusi secara bebas atau mengemukakan pendapat secar bebas bagi siswa.
White dan Lippitt mengungkapkan beberapa sifat dari kelompok yang diajar oleh guru otoriter sebagai berikut:
1. Siswa mengembangkan sikap apatis dan tidak mandiri
2. Tidak memiliki kemampuan untuk berinisiatif dan bertindak secara kelompok
3. Tidak berminat mengerjakan pekerjaannya tanpa kehadiran guru, pimpinan.
4. Melakukan kejahatan dan agresi terhadap anggota kelompok.
b. Guru demokratis
Guru demokratis akan memimpin siswanya untuk mengkaji masalah-masalah yang bermanfaat sesuai dengan minatnya. Oleh sebab itu hal yang mendasari hubungan kerjasama guru siswa adalah prinsip saling memberi dan menerima serta saling mengahargai pemikiran masing-masing. Beberapa ciri yang ditampilkan oleh kelas yang demokratis diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Persahabatan dan suasana percaya diri
2. Saling menghargai dan bekerjasama
3. Hasil-guna yang tinggi dan kebiasaan bekerja sendiri/mandiri
4. Berinisiatif dalam bekerja secara efektif tanpa hadirnya pimpinan sekalipun
Selasa, 31 Mei 2011
Pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assited Individualization atau Team Accelarated Instruction)
Pembelajaran kooperatif tipe TAI ini dikembangkan oleh Slavin. Tipe ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Oleh karena itu kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah, ciri khas pada tipe TAI ini adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil
belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TAI sebagai berikut.
a.Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
b.Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal.
c.Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 - 5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan (tinggi, sedang dan rendah) Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan jender.
d.Hasil belajar siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, setiap anggota kelompok saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
e.Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
f.Guru memberikan kuis kepada siswa secara individual.
g.Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).
belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TAI sebagai berikut.
a.Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
b.Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal.
c.Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 - 5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan (tinggi, sedang dan rendah) Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan jender.
d.Hasil belajar siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, setiap anggota kelompok saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
e.Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
f.Guru memberikan kuis kepada siswa secara individual.
g.Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).
Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions).
Pembelajaran kooperatif tipe STAD dikembangkan oleh Slavin dkk. Langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD:
a.Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
b.Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual sehingga akan diperoleh skor awal.
c.Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 - 5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah). Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan jender.
d.Bahan materi yang telah dipersiapkan didiskusikan dalam kelompok untuk mencapai kompetensi dasar. Pembelajaran kooperatif tipe STAD, biasanya digunakan untuk penguatan pemahaman materi (Slavin, 1995).
e.Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
f.Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
g.Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).
Selasa, 17 Mei 2011
Zaenab Al-Ghazali
Nama lengkapnya adalah Zaenab Muhammad Al-Ghazali al-Jibili. la lahir pada tahun 1917 Masehi di desa Mayyet Ghamar di sebuah propinsi yang bernama Daqahliyah di Mesir. Ayahnya merupakan salah satu ulama Al-Azhar. la belajar di sebuah madrasah di kampung halamannya sendiri. la belajar ilmu-ilmu agama di bawah asuhan para ulama-ulama besar al Azhar. Di antara ilmu-ilmu yang ia pelajari adalah Ilmu Hadits, Tafsir, dan Fiqih.
la merupakan anggota termuda dari perkumpulan wanita-wanita Mesir di bawah pimpinan Hadi Sya’rawi. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari perkumpulan tersebut di saat mengetahui adanya perilaku-perilaku yang tak selaras dengan ajaran Islam. Ia kemudian mendirikan komunitas wanita-wanita muslim pada tahun 1937 di Kairo. Umurnya pada saat itu masih sekitar 19 tahun.
Adapun tujuan mendirikan komunitas itu agar diterapkannya syariat Islam dan didirikannya kekhalifahan Islam. Pada tiap-tiap tahunnya ia selalu mengirim 340-400 delegasi untuk melakukan ibadah Haji. la sendiri yang memimpin delegasi-delegasi itu.
Tujuan pengiriman delegasi-delegasi itu adalah untuk menemui sejumlah jamaah haji yang berasal dari penjuru dunia. Delegasi-delegasi itu selalu membahas masalah-masalah pokok dalam Islam dengan para jamaah haji tersebut. Isu-isu yang selalu mereka kembangkan adalah seputar perbaikan umat Islam, mengembalikan kembali kekhalifahan Islam, dan sekaligus bagaimana membangkitkan kembali masa keemasan Islam.
la bertemu dengan imam Syahid Hasan Al-Banna pada tahun 1941 Masehi. Hasan Al-Banna membaiat Zaenab untuk turut serta melakukan perjuangan bersama Ikhwanul Muslimin. Sebab, tujuan dan landasan perjuangan mereka adalah sama. Dan pada tahun 1980, ia mendirikan majalah perkumpulan wanita-wanita muslim (Sayyidah Muslimah), dan dibubarkan pada tahun 1985. la juga memimpin salah satu divisi yang ada dalam organisasi Ikhwanul Muslimin. la serta merta membantu keluarga Ikhwanul Muslimin di saat kelompok ini diintimidasi oleh pemerintah pada tahun 1954. Dan pada tahun 1964, perkumpulannya tersebut dibubarkan oleh tentara dengan menyita harta dan kepemilikan mereka.
Pada tahun 1965, ia ditangkap oleh pemerintah dengan tuduhan terlibat dalam sebuah kasus yang ada pada Ikhwanul Muslimin di saat bersitegang dengan pemerintah. Pemerintah menuntut kepada parlemen menjatuhi hukuman mati kepada Zaenab. la sebelum dipastikan sebagai tawanan perang, telah menerima berbagai macam siksaan di penjara.
la akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun, dan diharuskan melakukan kerja berat selama menjalani masa hukuman. la menulis kesengsaraannya itu dalam sebuah buku yang berjudul “Ayyam min Hayyati” (hari-hari dalam kehidupanku).
Melalui bantuan raja Faisal dari Arab Saudi, sekitar pada tahun tujuh puluhan, keluarlah ketetapan dari pemerintahan Anwar Sadat untuk membebaskan Zaenab dari penjara. la telah diampuni oleh pemerintah atas segala perbuatannya yang dianggap merugikan negara. Ini terjadi pada bulan Agustus tahun 1971, yaitu setelah menjalani masa-masa di penjara selama 6 tahun.
Setelah keluar dari penjara, ia dianjurkan untuk menghidupkan kembali majalah Sayyidat Muslimah dengan menjadikan dirinya sebagai direkturnya. la akan menerima kucuran dana sebanyak 300 Pounds perbulan, dengan catatan harus bersedia mengusung kepentingan-kepentingan pihak donatur. la serentak menolak, dan mengatakan bahwa mustahil baginya mendirikan sebuah penerbitan untuk mengusung pemikiran-pemikiran sekuler. la mengatakan pula bahwa penerbitan ini didirikan untuk kepentingan Islam dan bukan untuk kesesatan.
Setelah keluar dari penjara ia ingin meneruskan perannya dalam bidang dakwah. la melalui melakukan pengajian-pengajian dan seminar-seminar di Mesir sendiri maupun di luarnya.
Adapun negara-negara yang pernah ia kunjungi adalah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Al-Jazair, Turki, Sudan, India, Francis, Amerika, Kanada, Spanyol, dan lain sebagainya.
Suaminya yang berperan sebagai seorang ekonom yang bernama Haji Muhammad Salim meninggal dunia pada tahun 1966 Masehi. Yaitu di saat Zaenab masih berada di dalam penjara. la tak dikaruniai seorang anak pun. Namun, ia menganggap bahwa semua anak-anak Islam merupakan anak-anaknya juga.
la sangat memfigurkan seorang Hasan al Banna. la menganggap bahwa di antara orang-orang yang telah mempengaruhi kehidupannya, semisal Hasan Al-Hudhaibi, Umar Tilmisani, Hamid Abu Nasir, dan Hasan Al-Banna lah yang paling banyak berpengaruh pada pembentukan jiwa dan sikap hidupnya. Di antara karya-karya tulisnya yang terkenal adalah “Ayyam min Khayati”, Nahwa Ba ‘su Jadid, Maa Kitabullah, Muskilatu Sabab wa Fatayat.”
Nama lengkapnya adalah Zaenab Muhammad Al-Ghazali al-Jibili. la lahir pada tahun 1917 Masehi di desa Mayyet Ghamar di sebuah propinsi yang bernama Daqahliyah di Mesir. Ayahnya merupakan salah satu ulama Al-Azhar. la belajar di sebuah madrasah di kampung halamannya sendiri. la belajar ilmu-ilmu agama di bawah asuhan para ulama-ulama besar al Azhar. Di antara ilmu-ilmu yang ia pelajari adalah Ilmu Hadits, Tafsir, dan Fiqih.
la merupakan anggota termuda dari perkumpulan wanita-wanita Mesir di bawah pimpinan Hadi Sya’rawi. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari perkumpulan tersebut di saat mengetahui adanya perilaku-perilaku yang tak selaras dengan ajaran Islam. Ia kemudian mendirikan komunitas wanita-wanita muslim pada tahun 1937 di Kairo. Umurnya pada saat itu masih sekitar 19 tahun.
Adapun tujuan mendirikan komunitas itu agar diterapkannya syariat Islam dan didirikannya kekhalifahan Islam. Pada tiap-tiap tahunnya ia selalu mengirim 340-400 delegasi untuk melakukan ibadah Haji. la sendiri yang memimpin delegasi-delegasi itu.
Tujuan pengiriman delegasi-delegasi itu adalah untuk menemui sejumlah jamaah haji yang berasal dari penjuru dunia. Delegasi-delegasi itu selalu membahas masalah-masalah pokok dalam Islam dengan para jamaah haji tersebut. Isu-isu yang selalu mereka kembangkan adalah seputar perbaikan umat Islam, mengembalikan kembali kekhalifahan Islam, dan sekaligus bagaimana membangkitkan kembali masa keemasan Islam.
la bertemu dengan imam Syahid Hasan Al-Banna pada tahun 1941 Masehi. Hasan Al-Banna membaiat Zaenab untuk turut serta melakukan perjuangan bersama Ikhwanul Muslimin. Sebab, tujuan dan landasan perjuangan mereka adalah sama. Dan pada tahun 1980, ia mendirikan majalah perkumpulan wanita-wanita muslim (Sayyidah Muslimah), dan dibubarkan pada tahun 1985. la juga memimpin salah satu divisi yang ada dalam organisasi Ikhwanul Muslimin. la serta merta membantu keluarga Ikhwanul Muslimin di saat kelompok ini diintimidasi oleh pemerintah pada tahun 1954. Dan pada tahun 1964, perkumpulannya tersebut dibubarkan oleh tentara dengan menyita harta dan kepemilikan mereka.
Pada tahun 1965, ia ditangkap oleh pemerintah dengan tuduhan terlibat dalam sebuah kasus yang ada pada Ikhwanul Muslimin di saat bersitegang dengan pemerintah. Pemerintah menuntut kepada parlemen menjatuhi hukuman mati kepada Zaenab. la sebelum dipastikan sebagai tawanan perang, telah menerima berbagai macam siksaan di penjara.
la akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun, dan diharuskan melakukan kerja berat selama menjalani masa hukuman. la menulis kesengsaraannya itu dalam sebuah buku yang berjudul “Ayyam min Hayyati” (hari-hari dalam kehidupanku).
Zainab Al Ghazali (inet)
Setelah keluar dari penjara, ia dianjurkan untuk menghidupkan kembali majalah Sayyidat Muslimah dengan menjadikan dirinya sebagai direkturnya. la akan menerima kucuran dana sebanyak 300 Pounds perbulan, dengan catatan harus bersedia mengusung kepentingan-kepentingan pihak donatur. la serentak menolak, dan mengatakan bahwa mustahil baginya mendirikan sebuah penerbitan untuk mengusung pemikiran-pemikiran sekuler. la mengatakan pula bahwa penerbitan ini didirikan untuk kepentingan Islam dan bukan untuk kesesatan.
Setelah keluar dari penjara ia ingin meneruskan perannya dalam bidang dakwah. la melalui melakukan pengajian-pengajian dan seminar-seminar di Mesir sendiri maupun di luarnya.
Adapun negara-negara yang pernah ia kunjungi adalah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Al-Jazair, Turki, Sudan, India, Francis, Amerika, Kanada, Spanyol, dan lain sebagainya.
Suaminya yang berperan sebagai seorang ekonom yang bernama Haji Muhammad Salim meninggal dunia pada tahun 1966 Masehi. Yaitu di saat Zaenab masih berada di dalam penjara. la tak dikaruniai seorang anak pun. Namun, ia menganggap bahwa semua anak-anak Islam merupakan anak-anaknya juga.
la sangat memfigurkan seorang Hasan al Banna. la menganggap bahwa di antara orang-orang yang telah mempengaruhi kehidupannya, semisal Hasan Al-Hudhaibi, Umar Tilmisani, Hamid Abu Nasir, dan Hasan Al-Banna lah yang paling banyak berpengaruh pada pembentukan jiwa dan sikap hidupnya. Di antara karya-karya tulisnya yang terkenal adalah “Ayyam min Khayati”, Nahwa Ba ‘su Jadid, Maa Kitabullah, Muskilatu Sabab wa Fatayat.”
Senin, 09 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
TIPS SUKSES UAS
Nah, bagi temen-temen yang juga sedang dirundung UAS atau ujian lainnya, saya ingin berbagi tips rahasia nih.
Bikin catatan kecil
Eits, bukan untuk nyontek loh ya, tapi untuk membantu kamu mengingat materi daripada hanya sekedar menghafal. Menurut saya pribadi sih, saya lebih terbantu ketika mengingat apa-apa yang telah saya tulis sebelumnya. `Oia, saya tadi kan nulis bla-bla-bla`. Selain itu, catatan kecil tersebut sangat berguna untuk membantu kita untuk mereview kembali ingatan kita sebelum ujian dimulai. Oia jika kamu orangnya visual, bisa kamu tambahkan gambar loh. It’s must be interesting
Bikin mind-mapping
Istilahnya keren yak? Bukan cuma istilahnya, implementasinya juga tak kalah keren. Mind-mapping ini membantu kamu lebih mengerti alur materi yang kamu sedng pelajari. Menurut saya pribadi sih, setelah saya bikin mind-mapping dengan sukses, saya bisa memahami materi dengan lebih baik. Bahkan tidak mungkin bila saya menghafalnya dengan mudah karena saya menganggap materi tersebut sebuah dongeng atau cerita pendek dengan alurnya yang khas.
Cari referensi soal
Biasanya soal-soal tahun lalu bisa dijadikan referensi pembelajaran. Bukan tidak mungkin jika soalnya ternyata sama persis dengan soal yang diberikan tahun lalu.
Paling tidak, dengan referensi soal tahun lalu, kamu bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana sih kisaran soal yang akan diberikan. Saya mengakui sendiri bahwa referensi soal tersebut sangat membantu saya memprediksi bahan yang akan keluar beserta strategi yang akan dilakukan untuk menghadapi soal dengan tipe demikian.
Buatlah kelompok belajar
Hal ini sangat berguna bagi kamu yang bertipe auditorial. Maksudnya? Di kelompok belajar ini, kamu bisa belajar dengan mendengarkan penjelasan ulang dari temen kamu. Di kelompok belajar ini, kamu juga bisa seru-seruan bareng dengan temen-temen kamu, asal tidak kebablasan saja. Kebiasaan ini pernah saya lakukan di tahun pertama saya kuliah. Ya, sangat membantu pemahaman saya terhadap materi
Tips saya untuk satu ini, pilihlah kelompok belajar yang benar-benar belajar materi yang diujikan. Karena pernah nih, saya punya pengalaman malah tidak jadi belajar karena seru-seruan sendiri tadi.
Belajarlah dengan `kondusif`
Kebiasaan saya masih belum hilang sejak MTs (sederajat dengan SMP), saya bisa belajar dengan lebih baik ketika saya bisa bergerak bebas dan ada alunan musik yang diputar saat saya sedang belajar. Ya, bisa dibilang saya merupakan tipe orang kinestetik dan musikal. Entah kenapa dengan kedua hal tersebut, saya bisa menghafal dengan lebih baik. Saya sih mengira-ngira kalau misalkan kedua kegiatan itu memaksaku untuk berkonsentrasi penuh sehingga terhindar dari kedua usikan itu dan dapat menerima materi ujian dengan baik. Jadi, bagaimanakah kekondusifan belajar kamu?
Find it and love it!
Konsumsi asupan bergizi
Kesehatan itu penting, setuju? Bukan mentang-mentang atas nama UAS, jadwal makan kita jadi tidak teratur dan asupannya juga jadi kurang. Menunya ya tetep, 4 sehat lima sempurna. Biasanya yang dilupain itu buah ama susu. Kalo saya sendiri sih, biasanya sudah beli persediaan susu 20 kali saji. Kemudian untuk buah, saya lebih sering membeli jus buah atau salad buah. So, sayangi diri kamu sendiri ya
Kurangi bergadang
Menurut penelitian, tidur malam itu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kenapa? Karena pada larut malam terjadi detoksinasi tubuh, yang mana terjadi penyaringan racun-racun yang ada dalam tubuh. Dan menurut peneliti, sebaiknya kita berada dalam aktivitas terendah atau istirahat, bukannya malah bergadang atas nama UAS. Um, mungkin sulit, tapi kamu bisa bangun pada dini harinya untuk melanjutkan belajar kamu. Oia saya pernah bahas loh antara bergadang dengan tidak [tautan artikel].
Banyak doa dan minta restu orang tua
Saya sendiri sudah terbiasa untuk meminta restu orang tua saat saya ingin menjalani suatu ujian. Saya meminta doa semoga dikuatkan pikiran, diberikan kesehatan, dihindarkan dari kemalasan, kemudahan menyerap materi yang diujikan, dsb. Ya itu doa standar, orang tuamu pasti memiliki doa yang lebih dahsyat. Belum terbiasa? Biasakanlah, kenapa? Karena katanya doa orang tua untuk anaknya itu frekuensi dikabulkan itu lebih besar daripada hanya doa kita sendiri.
Perbanyak ibadah dan sedekah
Lah ini apa hubungannya? beribadah dengan khusyu’ nanti kamu bisa mendapatkan ketenangan jiwa. Setelah itu kamu bisa mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Dengan kedekatan itu, berdoalah dengan baik dan sungguh-sungguh agara doa kamu dikabulkan. Oia, bukan berarti pas ujian doang ibadahnya. Hehe
Makanya itu saya bilang judul poin ini `perbanyak` bukan cuma `banyak`.
Percaya atau tidak, sedekah itu bisa melancarkan doamu. Sedekah itu bukannya malah menghabiskan rezeki kita, akan tetapi bersedekah itu mengubah rezeki kita berupa uang atau barang menjadibentuk rezeki yang lain seperti kesehatan dan kemudahan menghafal. Rezeki yang sedekahkan tak perlu muluk-muluk dan juga tidak terlalu sedikit. Nilai sedekah yang penting di sini yakni istiqamah atau kerutinan kamu bersedekah serta keihklasan kamu.
Bikin catatan kecil
Eits, bukan untuk nyontek loh ya, tapi untuk membantu kamu mengingat materi daripada hanya sekedar menghafal. Menurut saya pribadi sih, saya lebih terbantu ketika mengingat apa-apa yang telah saya tulis sebelumnya. `Oia, saya tadi kan nulis bla-bla-bla`. Selain itu, catatan kecil tersebut sangat berguna untuk membantu kita untuk mereview kembali ingatan kita sebelum ujian dimulai. Oia jika kamu orangnya visual, bisa kamu tambahkan gambar loh. It’s must be interesting
Bikin mind-mapping
Istilahnya keren yak? Bukan cuma istilahnya, implementasinya juga tak kalah keren. Mind-mapping ini membantu kamu lebih mengerti alur materi yang kamu sedng pelajari. Menurut saya pribadi sih, setelah saya bikin mind-mapping dengan sukses, saya bisa memahami materi dengan lebih baik. Bahkan tidak mungkin bila saya menghafalnya dengan mudah karena saya menganggap materi tersebut sebuah dongeng atau cerita pendek dengan alurnya yang khas.
Cari referensi soal
Biasanya soal-soal tahun lalu bisa dijadikan referensi pembelajaran. Bukan tidak mungkin jika soalnya ternyata sama persis dengan soal yang diberikan tahun lalu.
Buatlah kelompok belajar
Hal ini sangat berguna bagi kamu yang bertipe auditorial. Maksudnya? Di kelompok belajar ini, kamu bisa belajar dengan mendengarkan penjelasan ulang dari temen kamu. Di kelompok belajar ini, kamu juga bisa seru-seruan bareng dengan temen-temen kamu, asal tidak kebablasan saja. Kebiasaan ini pernah saya lakukan di tahun pertama saya kuliah. Ya, sangat membantu pemahaman saya terhadap materi
Belajarlah dengan `kondusif`
Kebiasaan saya masih belum hilang sejak MTs (sederajat dengan SMP), saya bisa belajar dengan lebih baik ketika saya bisa bergerak bebas dan ada alunan musik yang diputar saat saya sedang belajar. Ya, bisa dibilang saya merupakan tipe orang kinestetik dan musikal. Entah kenapa dengan kedua hal tersebut, saya bisa menghafal dengan lebih baik. Saya sih mengira-ngira kalau misalkan kedua kegiatan itu memaksaku untuk berkonsentrasi penuh sehingga terhindar dari kedua usikan itu dan dapat menerima materi ujian dengan baik. Jadi, bagaimanakah kekondusifan belajar kamu?
Konsumsi asupan bergizi
Kesehatan itu penting, setuju? Bukan mentang-mentang atas nama UAS, jadwal makan kita jadi tidak teratur dan asupannya juga jadi kurang. Menunya ya tetep, 4 sehat lima sempurna. Biasanya yang dilupain itu buah ama susu. Kalo saya sendiri sih, biasanya sudah beli persediaan susu 20 kali saji. Kemudian untuk buah, saya lebih sering membeli jus buah atau salad buah. So, sayangi diri kamu sendiri ya
Kurangi bergadang
Menurut penelitian, tidur malam itu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kenapa? Karena pada larut malam terjadi detoksinasi tubuh, yang mana terjadi penyaringan racun-racun yang ada dalam tubuh. Dan menurut peneliti, sebaiknya kita berada dalam aktivitas terendah atau istirahat, bukannya malah bergadang atas nama UAS. Um, mungkin sulit, tapi kamu bisa bangun pada dini harinya untuk melanjutkan belajar kamu. Oia saya pernah bahas loh antara bergadang dengan tidak [tautan artikel].
Banyak doa dan minta restu orang tua
Saya sendiri sudah terbiasa untuk meminta restu orang tua saat saya ingin menjalani suatu ujian. Saya meminta doa semoga dikuatkan pikiran, diberikan kesehatan, dihindarkan dari kemalasan, kemudahan menyerap materi yang diujikan, dsb. Ya itu doa standar, orang tuamu pasti memiliki doa yang lebih dahsyat. Belum terbiasa? Biasakanlah, kenapa? Karena katanya doa orang tua untuk anaknya itu frekuensi dikabulkan itu lebih besar daripada hanya doa kita sendiri.
Perbanyak ibadah dan sedekah
Lah ini apa hubungannya? beribadah dengan khusyu’ nanti kamu bisa mendapatkan ketenangan jiwa. Setelah itu kamu bisa mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Dengan kedekatan itu, berdoalah dengan baik dan sungguh-sungguh agara doa kamu dikabulkan. Oia, bukan berarti pas ujian doang ibadahnya. Hehe
Percaya atau tidak, sedekah itu bisa melancarkan doamu. Sedekah itu bukannya malah menghabiskan rezeki kita, akan tetapi bersedekah itu mengubah rezeki kita berupa uang atau barang menjadibentuk rezeki yang lain seperti kesehatan dan kemudahan menghafal. Rezeki yang sedekahkan tak perlu muluk-muluk dan juga tidak terlalu sedikit. Nilai sedekah yang penting di sini yakni istiqamah atau kerutinan kamu bersedekah serta keihklasan kamu.
Langganan:
Komentar (Atom)